Jurnal Perempuan #71 – Perkosaan dan Kekuasaan
Judul Jurnal Pe
rempuan: Perkosaan dan Kekuasaan
Edisi: 71
Penerbit: Yayasan Jurnal Perempuan, 2011
Tebal: 156 halaman
ISSN: 1410-153X
Perkosaan dan Kekuasaan
Perkosaan bukan soal hubungan seksual akan tetapi soal kekuasaan. Perkosaan terjadi dimana-mana dan merupakan ancaman bagi perempuan di ruang publik dan bahkan di rumah sendiri. Sayangnya, baik pelaku kebijakan, penyelenggara negara dan masyarakat sendiri masih percaya bahwa perkosaan disebabkan oleh korban sendiri (kebanyakan perempuan) dengan alasan menggoda, tidak menjaga diri serta berpenampilan seksi.
Jurnal Perempuan Edisi 71 ini ditulis oleh berbagai pakar bidang ilmu untuk menggunakan metodologi gender dan feminisme dalam membahas perkosaan, yaitu metodologi yang melibatkan perempuan dan korban dalam setiap kajian persoalan sosial serta bagaimana mencegah dan menanggulanginya. Penulis diantaranya adalah Kristi Poerwandari tentang pentingnya intervensi psikologi dalam menguatkan korban perkosaan, sementara Bagus Takwin menekankan simpul persoalan perkosaan dimulai dari diyakininya mitos bahwa perempuan yang salah dan pelaku diwajarkan. Sulistyowati Irianto mengulas secara mendalam tentang lemahnya hukum pidana di Indonesia dalam menangani kasus-kasus perkosaaan. Demikian pula Dewi Candraningrum yang menguak persoalan Islam dan filsafat “kontrol tatapan” dalam tema perkosaan dan tubuh perempuan. Soe Tjen Marching dan Gadis Arivia menambahkan tentang asal mula kekerasan seksual serta sejarah perkosaan yang sarat dengan problem politik dan kekuasaan.
Ingin mendapatkan Jurnal Perempuan edisi 71: http://store.jurnalperempuan.com/content/jurnal-perempuan-edisi-71-perkosaan-dan-kekuasaan.




