| |
|
|
| |
|
|
|
|
 |
| |
| |
| |
| Ikuti diskusi-diskusi kami di mailing list Jurnal Perempuan. Kirimkan email kosong dengan ke subscribe-jurnalperempuan@yahoogroups.com. |
|
| |
 |
| |
| Kumpulan foto-foto berita dan liputan umum, esai foto dan kegiatan serta agenda Jurnal Perempuan |
| |
|
| |
| Selengkapnya >> |
| |
|
|
|
 |
| |
 |
Monday, 11 January 2010
Gus Dur, Seorang Feminis?
|
| |
 |
|
Oleh :
Usep Hasan Sadikin* |
|
|
Kini, jasad Gus Dur telah tiada. Dari kontribusi pikir/sikap-nya yang masih ada, apakah Gus Dur bisa dinilai sebagai feminis? Yang pasti, Gus Dur tak pernah mengaku sebagai feminis. Di akhir hayatnya ia berpesan pada keluarganya, agar batu nisannya dituliskan dengan kalimat: “di sinilah dikubur seorang pluralis”. Ya, Gus Dur lebih “suka” dirinya disebut sebagai pluralis. Tapi, karena seorang pluralislah, Gus Dur bisa menerima dan mendukung perjuangan feminis(me).
lanjut >> |
| |
 |
Thursday, 07 January 2010
Gus Dur, Kubenci dan Kusayang;Sebuah Refleksi
|
| |
|
|
Oleh :
Wawan Suwandi* |
|
|
Ketika atmosfir jihad dan khilafah Islamiyah masih memenuhi seluruh dimensi kehidupanku, Gus Dur adalah sosok yang paling ku benci, termasuk dikalangan teman-teman. Kami melihat ia benar-benar pluralis, memandang semua agama yang ada di Indonesia sama. Hal tersebut membuat kami sakit hati. Karena menurut kami Islam adalah agama tertinggi dengan jumlah penganut terbanyak di negeri ini. lanjut >> |
| |
|
|
| |
Under Construction
sebentar lagi anda dapat membeli produk-produk Jurnal Perempuan secara online, yang terdiri dari:
> Buku
------------------------------
> Jurnal
------------------------------
> Radio
------------------------------
> Video
|
|
| |
 |
|
|
|
| |
RJP Edisi Juni 2010
RJP 542
Penggusuran China Benteng
RJP 543
Mahalnya Biaya Persalinan
RJP 544
Profil Inayah Wahid
RJP 545
Sekolah Perempuan untuk Perdamaian
Dengarkan Online Disini!
|
|
| |
|
|
|
| |
 |
|
|
| |
|
|