|
Thursday, 17 June 2010
Pemberdayaan •
Politik •
Saatnya Gerakan Perempuan Dukung Perempuan di Parlemen
Jurnalperempuan.com-Jakarta. Sebagai perempuan yang pernah duduk di Senayan, anggota DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan Lena Maryana Mukti mengungkapkan, belum adanya perempuan yang “galak” di parlemen saat ini bisa menjadi backfire bagi perjuangan perempuan yang tidak saja menggugurkan afirmasi 30%.
“Kita tidak perlu mengkritik mereka, tapi kita tetap men-supervise mereka,” katanya dalam diskusi tematik yang diselenggarakan CWGI (Cedaw Working Group Initiative) dan KPI (Koalisi Perempuan Indonesia), Rabu (16/6) di kantor KPI, Pasar Minggu, Jakarta.
Berdasar pengalamannya melakukan pelatihan dengan para anggota DPR RI dari kalangan artis, Lena berpendapat, perlu menjalin kerjasama antar mereka dengan gerakan perempuan, media, termasuk memahami setiap persoalan dan mampu berargumen secara cerdas.
Menurut Lena, persoalan pendidikan politik kepada masyarakat menjadi tantangan besar untuk menghindari politik pragmatis dan money politik yang makin menjamur sejak era reformasi.
Terkait dengan komitmen partai politik terhadap keterwakilan perempuan, Lena menilainya sebagai komitmen semu yang hanya ingin meraup penilaian masyarakat dan selanjutnya tidak ada lagi kepedulian terhadap isu perempuan.
Lena juga menyayangkan banyaknya perempuan di partai yang tidak sensitif gender. “Jadi apa boleh buat, teman-teman (gerakan) perempuan harus mendata untuk sama-sama merumusan kebijakan dan 'menggarap' teman-temannya di elite partai,” tegasnya.
Nur Azizah
KOMENTAR MASUK:
|