|
Friday, 13 August 2010
Media •
Seksualitas •
Seks Store “Syariah” di Bulan Ramadan
Jurnalperempuan.com-Jakarta. Bagi masyarakat muslim Belanda, Ramadan tahun ini semakin bertambah beda. Pasalnya di negara yang melegalkan prostitusi ini, telah hadir toko seks “syariah”. El Asira namanya. Dibuka pada akhir Maret 2010, toko online ini bisa dikunjungi di http://www.elasira.com.
Saat mengunjunginya, El Asira mengarahkan pengunjung perempuan di sisi kiri. Sedangkan pengunjung laki-laki di sisi kanan. Dengan istilah Women/Men dalam bahasa Inggris, Dames/Heren (Belanda) dan Nisa/Rijal (Arab), kita mengklik untuk kebutuhan siapa serta barang apa yang akan dilihat dan dibeli.
Tempo interaktif melansir penjelasan pendiri El Ashira, Abdelaziz Aouragh. Ia mengklaim tokonya sebagai toko seks muslim pertama. Selain itu, ia pun mengklaim semua bahannya dijamin halal, sesuai syariat Islam. "Sebagian besar produk-produk lain di luar sana punya foto orang telanjang atau bahasa yang kasar. Sangat sulit untuk menemukan orang yang bisa saya gunakan dalam bisnis saya ini," katanya.
Salah seorang ulama Islam, Imam Abdul Jabbar dari Belanda tidak melihat sesuatu yang salah dari situs milik Aouragh. "Selama dia tidak menjual mainan seks atau hal-hal yang mirip dengan itu, tidak ada masalah," katanya. "Nabi Muhammad banyak memberi nasihat tentang seks dalam pernikahan dan tidak perlu ada rasa malu apapun,” jelas sang ulama.
El Asira memang tak menjual mainan seks atau keping film porno. Tapi itu tak membuatnya sepi kunjungan. Di empat hari peluncuran perdananya, 70.000 pengunjung telah mengakses. Berbagai minyak pijat dan tablet penambah gairah dan kekuatan seksual ditawarkan di situs ini.
Aouragh pun menjelaskan bahwa El Asira bertujuan untuk memberikan informasi yang berkaitan dengan seks. “Kami ingin berbagi dengan Muslim lain dengan kontribusi positif melalui pandangan yang lebih luas tentang seksualitas dan erotisme dalam masyarakat Muslim," ujarnya dalam situs.
Selain itu, Aouragh mempunyai misi ingin mengubah citra Islam sebagai musuh perempuan. "Semua orang berbicara tentang Islam dengan cara yang negatif,” kata Aouragh. Baginya, muslim harus berhadapan dengan prasangka stereotip pada topik seksualitas dan perempuan dalam Islam.
Selamat Ramadan. Sambil menunggu waktu berbuka, tak ada salahnya mengunjungi elasira.com.
Usep Hasan Sadikin
KOMENTAR MASUK:
|