Search | Advanced Search

   

  

 
   

Wednesday, 01 September 2010
Kesehatan

1.500 Kasus Cacat Setiap Tahun Akibat Penyakit Kusta


Kecacatan adalah salah satu beban besar yang timbul akibat penyakit kusta. Di Indonesia ditemukan 1.500 cacat tingkat dua setiap tahunnya.

Sejak tahun 1990 hingga 2009, secara kumulatif, terdapat 30.000 kasus cacat tingkat dua disebabkan kusta. Termasuk dalam cacat tingkat dua yaitu mata tidak dapat menutup karena saraf terganggu, jari tangan atau kaki bengkok (kiting), serta luka pada telapak kaki dan tangan akibat mati rasa.

Penyakit kusta disebabkan bakteri Mycobacterium leprae. Cacat permanen pada kusta terjadi akibat kuman menyerang saraf. Kondisi tersebut ditemukan pada pengidap kusta yang terlambat ditemukan dan diobati.

“Indonesia telah mencapai eliminasi pada tingkat nasional karena prevalensi kurang dari 1 per 10.000 penduduk pada tahun 2000. Hanya saja, jumlah penderita masih terbilang tinggi. Ada 17.000-18.000 kasus baru kusta setiap tahun,” ungkap Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih.

Kusta memang bisa menyerang siapa saja, termasuk pada anak. Di Indonesia, tahun 2009 ditemukan 11,4 persen kasus kusta pada anak, dan 9,56 persen pada kasus baru dengan cacat tingkat dua. Data dari Kementrian Kesehatan menyebut, terdapat 14 propinsi dengan jumlah kasus kusta tertinggi. Sementara, di empat propinsi tertinggi, yaitu Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan, dilaporkan lebih dari 1.000 kasus kusta per tahun.

Dikatakan Endang, ada kecenderungan penderita kusta yang cacat dikucilkan dan diabaikan sehingga sulit mendapatkan pekerjaan. Kondisi ini menjadikan penderita kusta bergantung secara fisik dan finansial kepada orang lain. Karena itu, rehabilitasi penderita serta mantan penderita kusta secara fisik, sosial, dan ekonomi sangat penting. “Pengendalian kusta tidak hanya menyembuhkan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup penderita dan mantan penderita. Untuk itu dibutuhkan dukungan masyarakat.”

Penyakit kusta, menurut Endang, sangat terpengaruh kemajuan pembanguan. Program pengendalian kusta dengan multi drug therapy telah berhasil menurunkan sekitar 80 persen jumlah penderita dari tahun 1990 hingga 2009.

Sumber: Kompas Cetak

Nur Azizah

Bookmark and Share

KOMENTAR MASUK:




   
   
 
 
   
 
  Creative Commons LicenseJurnal Perempuan On-line   berlisensi Creative Commons. Kontak: Jl. Tebet Barat Dalam IXA No. B-1 Jaksel | 021-83702005  
 
         
search