|
Thursday, 11 June 2009
Buruh •
HIV/ AIDS •
Buruh Migran dan Kerentanan HIV/AIDS
Jurnalperempuan.com. Dari data yang dikeluarkan Departemen Tenaga Kerja, 1.651 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) meninggal dunia karena AIDS dan 4.617 orang terinfeksi HIV. Data ini menegaskan buruh migran merupakan salah satu kelompok yang saat ini rentan terkena HIV/Aids. Untuk mencegah hal itu, perlu dilakukan berbagai langkah secara komprehensif oleh berbagai pihak terutama pemerintah. Salah satunya adalah memberikan informasi dan pelayanan kesehatan terhadap buruh migran.
Demikian salah satu point penting yang muncul dalam Diskusi “Buruh Migran dan HIV/AIDS: Hak Informasi dan Pelayanan Kesehatan Buruh Migran”, Kamis (11/06) yang dilaksanakan oleh Yayasan Satudunia. Narasumber yang hadir adalah Thaufiek Zulbahari (Solidaritas Perempuan), Anis Hidayah (Migrant Care) dan Halik Sidik (Komisi Penanggulangan AIDS Nasional).
Halik mengatakan "Pemerintah sudah menyadari bahwa buruh migran adalah salah satu kelompok rentan. KPAN juga sudah membuat strategi namun belum dapat dilaksanakan". Beberapa langkah yang sudah diambil oleh pemerintah adalah mewajibkan tes kesehatan kepada buruh migran.
Melihat persoalan ini, Anis Hidayah mengkritik bagaimana pemerintah melakukan tindakan terkait dengan buruh migran. " Seharusnya, yang menjadi mandatory (wajib-red) adalah pendidikan tentang HIV/AIDS bukannya sekedar tes kesehatan kepada buruh migran" tegas Anis. Mereka seharusnya mendapatkan informasi tentang HIV/AIDS sehingga bisa melakukan tindakan preventif. Seharusnya, informasi tentang HIV dimasukkan dalam kurikulum pendidikan bagi calon TKI.
Halik menambahkan bahwa dari data yang diterima oleh KPAN, 70% buruh migran yang terkena HIV/AIDS adalah laki-laki. Belum lagi penanganan kesehatan, persoalan anggaran untuk pencegahan HIV/AIDS juga masih menjadi kendala. Ditambah dengan input data yang sangat buruk dari berbagai departemen, merupakan kendala dalam melihat persoalan HIV/AIDS secara menyeluruh. Anis menggarisbawahi bahwa buruh migran yang terjebak dalam tindak perdagangan orang, yang mayoritas perempuan merupakan salah satu kelompok yang beresiko terkena HIV/AIDS.
Berbagai persoalan tentang buruh migran, termasuk HIV/AIDS sebaiknya diinformasikan dari level yang paling bawah. Sehingga, buruh migran sudah memiliki bekal informasi tentang proses yang akan mereka lalui.
Syaldi Sahude
KOMENTAR MASUK:
|