Search | Advanced Search

   

  

 
   

Friday, 16 March 2007
AnakPerdagangan Orang

Indonesia ACTs Tegaskan Komitmen Berantas Trafiking 2007-2010


Jurnalperempuan.com-Jakarta. Memberdayakan komunitas dalam melindungi anak-anak dari praktek perdagangan menjadi prioritas agenda kerja Indonesia ACTs dalam kurun tahun 2007-2010. Prioritas ini diikuti pula dengan upaya mendorong negara untuk sepenuhya menerapkan Rencana Aksi Nasional (RAN) dan mengundang-undangkan peraturan untuk mencegah, melindungi, memulihkan, dan menyatukan anak-anak yang diperdagangan. Hasil ini ditetapkan dalam Workshop Evaluasi Program Indonesia Acts dan Perencanaan Program Indonesia ACTs 2007-2010 yang bertempat Wisma Makara, Universitas Indonesia, selama 3 hari (1-4 Maret 2007).

Tujuh komponen kampanye akan dilakukan konsorsium 16 LSM yang menjadi bagian dari Asia ACTs ini untuk mewujudkan tujuan jangka panjang programnya tersebut. Tujuh komponen itu antara lain:

  1. Penyebarluasan informasi pada komunitas secara khusus dan pada publik secara umum. Upaya ini dilakukan untuk membantu mereka merumuskan tindakan dalam mendukung kampanye menentang perdagangan anak.

  2. Memperkuat partisipasi komunitas khususnya partisipasi komunitas, khususnya partisipasi anak-anak dalam mencegah dan melindungi anak-anak dari praktek perdagangan manusia.

  3. Melobi pemangku kepentingan untuk hukum nasional dan penerapan RAN anti perdagangan anak, dan menerjemahkannya pada tingkatan lokal.

  4. Memperkuat kapasitas jaringan kerja dan menjadi lebih ekfektif dalam membela hak-hak anak.

  5. Mendukung pengembangan pelayanan langsung, memajukan sistem rujukan dan menyediakan pelayanan/intervensi bagi anak yang diperdagangkan.

  6. memahami fenomena perdagangan anak lebih dalam untuk meningkatkan kualitas program intervensi.

  7. Membangun hubungan antarwilayah lokal dan memfasilitasi pengembangan jaringan perlindungan anak di wilayah-wilayah kerja anggota Indonesia ACTs.

Dalam pertemuan 3 hari tersebut diputuskan beberapa ketetapan, di antaranya Penetapan logical framework Indonesia ACTs 2007-2010, Draft Mekanisme Kerja (Ditetapkan sebagai pegangan dasar) yang akan disempurnakanoleh presidium, Penandatanganan Surat Ketetapan No. 002/IndACT/SK/III/07 untuk Penetapan Presidium untuk masa jabatan 2007-2010 dan Anggota Indonesia ACTs, dan Penandatanganan Statuta oleh ke-16 anggota. Mereka adalah KKSP Pusat Informasi dan Pendidikan Hak Anak (Medan), Yayasan Lembaga Bantuan Hukum-Perempuan Indonesia untuk Keadilan (YLBH-PIK, Pontianak), Legal Resource Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRC –KJHAM, Semarang), Rifka Annisa (Yogyakarta), Study Analysis and Research Institute (SARI, Solo), Yayasan Jurnal Perempuan (YJP, Jakarta) Yayasan KAKAK (Yogyakarta), Yayasan Kusuma Buana (YKB, Indramayu), Yayasan Mitra Kesehatan dan Kemanusiaan (YMKK, Batam), Yayasan Setara (Semarang), Yayasan Sekretariat Anak Merdeka Indonesia (SAMIN, Yogyakarta), Institut Perempuan (Bandung), Yayasan Anak & Perempuan (Jakarta), Rumah Perempuan (Kupang), Yayasan Kawan Kami (Surabaya), dan Perkumpulan Panca Karsa (Mataram).

Secara aklamasi, forum dalam workshop menetapkan Emmy LS menjabat kembali sebagai Koordinator Presidium Indonesia ACT yang merupakan bagian dari Asia ACTs, yaitu jaringan kampanye regional untuk melawan perdagangan anak di negara-negara Asia Selatan dan kampanye internasional melawan perdagangan anak yang dikoordinasi oleh Terres des Hommes (Tdh)-Jerman dan Federasi International Terre des Hommes (TdH). Sedangkan Djailani (KKSP Medan) ditetapkan sebagai anggota presidium baru masa kerja 2007-2010.

Bookmark and Share

KOMENTAR MASUK:




Name:

Email:

Location:

URL:

Smileys/Emoticon

Ingat keterangan yang saya isi

Beritahu saya kalau ada komentar balasan

   
   
 
 
   
 
  Creative Commons LicenseJurnal Perempuan On-line   berlisensi Creative Commons. Kontak: Jl. Tebet Barat Dalam IXA No. B-1 Jaksel | 021-83702005  
 
         
search