Search | Advanced Search

   

  

 
   

Monday, 01 June 2009
Buku

Kumpulan Puisi : Yang Sakral dan Yang Sekuler


image
SEKAPUR SIRIH
Puisi ibarat artefak yang menandai telah berlangsungnya sebuah kebudayaan. Wujudnya adalah bahasa yang berbaris dan berlantun, segenap kata yang dipikirkan dan dipilih melalui alam sadar pengarangnya dan siap dilepaskan ke ruang publik untuk dibaca orang. Alam sadar itu dinamai ”rasa dan pikiran” yang melontarkan kalimat panjang dan pendek berbaris-baris dan memacu mata pembacanya mengikuti barisan-barisan kalimat itu.

Dalam proses penciptaan puisi ini, si pengarang mencoba mengendalikan pengalaman rasa dan pikirannya itu ke dalam kata perkata: sebuah tanda, yang dalam setiap lapisan maknanya ingin mengatakan bahwa ”sesuatu telah terjadi” dalam kehidupan perempuan, terutama perempuan Indonesia. Sesuatu itu adalah problem-problem kehidupan yang cukup menghantam dan menggelisahkan si pengarang hingga ia perlu untuk dimuntahkan
dan didengarkan orang lain.

Gadis Arivia, Pendiri Yayasan Jurnal Perempuan dan Dosen Filsafat Universitas Indonesia yang biasanya hadir dengan tulisan-tulisan ilmiahnya kini menghadirkan rasa dan pikirannya itu ke dalam puisi. Sebuah tanda yang bagus bagi representasi aktivitasnya yang panjang, terutama dalam gerakan perempuan. Dalam puisi berjudul Yang Sakral dan Yang Sekuler ini, Gadis Arivia hendak menghadirkan kumpulan artefak-artefak persoalan perempuan yang terus menurus melanda negeri Indonesia, persoalan yang tidak lepas dan tak ada habisnya, yaitu TUBUH PEREMPUAN. Tidak heran puisi-puisi yang diciptakan oleh Gadis Arivia ini tidak pernah lepas dari isu perempuan dan juga Jurnal Perempuan, karena setiap puisi yang dihadirkan betapa sangat relevan dengan topik-topik hangat yang telah dipublikasikan di beberapa edisi Jurnal Perempuan, seperti Rancangan Undang-Undang Pornografi, Poligami, Kesehatan Reproduksi, Trafficking (Perdagangan Manusia dalam hal ini Perdagangan Perempuan dan Anak), Perempuan dan Kemiskinan, Ibu dan Anak Perempuan, bahkan aksi-aksi yang pernah dilakukan oleh Yayasan Jurnal Perempuan seperti tolak Surat Keputusan Bersama Menteri tentang pembubaran Ahmadiyah, tragedi 1 Juni 2008 yang menimpa kelompok yang menginginkan toleransi dan keberagaman di Indonesia, hampir semua puisi ini adalah perjalanan aktivitas Gadis Arivia sebagai mata kamera dalam merekam persoalan-persoalan perempuan Indonesia dan terutama adalah persoalan yang tak pernah lepas dari tubuh perempuan. Tak heran judul puisi ini dinamakan Yang Sakral dan Yang Sekuler, adalah perdebatan yang tidak ada habisnya tentang bagaimana masyarakat, pemerintah dan negara memperlakukan tubuh perempuan, dan dalam hal ini Gadis Arivia hendak membuat pernyataan tegas agar orangorang yang membaca puisinya ini benar-benar mendengarkan suara perempuan sang pemilik tubuh, bukan suara yang selain perempuan.

Atas hal-hal tersebut Yayasan Jurnal Perempuan perlu menerbitkan buku puisi ini. Yayasan Jurnal Perempuan adalah organisasi non profit yang lahir sejak tahun 1995 dan memiliki visi misi bagaimana menyuarakan hak-hak perempuan melalui media dengan tujuan pemberdayan perempuan agar kehidupan mereka lebih baik. Media yang telah diciptakan Yayasan Jurnal Perempuan adalah Jurnal, Radio, Website, Video, Majalah Change, dan Penerbitan Buku.

Kami berharap melalui buku ini mata dan hati pembaca akan lebih terbuka dalam memandang tubuh perempuan. Artefak puisi ini bukanlah untuk dimuseumkan, melainkan menjadi tanda bagi perkembangan zaman dimana masalah-masalah perempuan ada di dalamnya, serta bagaimana kita semua bertindak dan mampu menyikapinya dengan adil.

Mariana Amiruddin
(Direktur Yayasan Jurnal Perempuan)


Judul: Yang Sakral dan Yang Sekuler
Tahun Terbit 2009
Tebal 88 halaman

*****
Info lebih lanjut serta Pembelian hubungi:
Yayasan Jurnal Perempuan
Jl. Tebet Barat Dalam IX-A No. B-01, Tebet
Jakarta Selatan 12810
Telp: (021) 83702005
Fax. (021) 8300 211
Email: yjp@jurnalperempuan.com
Bank: a.n. Yayasan Jurnal Perempuan, BRI Cab. Tebet No. Rek. 0534-01-001088-50-7
Attn. Wawan Suwandi/Jundi (jundi@jurnalperempuan.com)



Bookmark and Share

KOMENTAR MASUK:


Redaksi Majalah Jurnal Perempuan :

Bolehkah saya dikirim semacam katalog Jurnal {Perempuan sejal tahun 2005 - 2009 agar saya bisa memilih judul-judul majalah yang relevan dengan kebutuhan organisasi kami. Berapa biayanya per jurnal dan juga saya ingin memperoleh vidio dokumenter yayasan Jurnal Perempuan guna untuk penyadaran masyarakat. Brapa biaya per kepingnya? Terima kasih atas perhatian. Saya menunggu jawaban teman-teman.

Salam, Nofrita Maasawet, Ketua Kelompok Pelayanan Perempuanm.

Komentar oleh  on  07/17  at  03:00 PM

Boleh juga itu permohonan teman kita. Kami dari YAYASAN LINTAS NUSA pun boleh minta hal yang sama? (semacam katalog Jurnal Perempuan seja tahun 2005 - 2009) agar saya bisa memilih judul-judul majalah yang relevan dengan kebutuhan organisasi kami. Berapa biayanya? Terima kasih dan M e r d e k a !!!

Komentar oleh  on  08/15  at  12:38 PM

Halaman ke 1 dari 1 halaman

Name:

Email:

Location:

URL:

Smileys/Emoticon

Ingat keterangan yang saya isi

Beritahu saya kalau ada komentar balasan

   
   
 
 
   
 
  Creative Commons LicenseJurnal Perempuan On-line   berlisensi Creative Commons. Kontak: Jl. Tebet Barat Dalam IXA No. B-1 Jaksel | 021-83702005  
 
         
search