|
Monday, 22 December 2008
Anak •
HAM •
Perdagangan Orang •
Lawan Perdagangan Anak
Jurnalis : Nur Azizah
JurnalPerempuan.com-Jakarta. Ratusan anak berseru menolak segala bentuk perdagangan manusia. Dalam acara Temu Anak Nasional (TAN) bertema “Anak Bersuara Menentang Perdagangan Manusia” yang diselenggarakan pada hari Sabtu (21/12) di Yogyakarta ratusan anak tersebut menyuarakan sikapnya melalui seni lukis.
Dalam siaran persnya, Ari Adhi Adhana mengatakan, gambar dan lukisan yang dipamerkan dalam acara tersebut adalah karya anak-anak dalam pelatihan pada awal Desember yang merupakan bagian dari rangkaian Temu Anak Nasional. “Anak-anak tersebut dilatih untuk berkesenian antara lain menggambar, bermusik dan berteater,” ujar Ari.
Sementara Odi Salahudin, koordinator TAN yang juga Koordinator Program Yayasan Serikat Anak Merdeka Indonesia (SAMIN), mengatakan bahwa kegiatan Temu Anak Nasional diadakan untuk menggalang partisipasi anak dalam menentang perdagangan manusia. “Jika pemerintah menetapkan tanggal 12 Desember sebagai Hari Anti Perdagangan Manusia, maka setiap tahunnya akan ada momentum tahunan di tingkat nasional untuk melakukan kampanye pencegahan dan pemberantasan kejahatan perdagangan manusia di Indonesia,” jelas Odi. Temu Anak Nasional digelar sejak Sabtu (21/12) hingga Selasa (23/12).
Perdagangan manusia bisa mengintai siapa saja; perempuan, laki-laki, anak-anak bahkan dewasa. “Hasil penelitian Indonesia ACT di Batam dan Surabaya dan hasil pendampingan terdapat 150 anak yang menjadi korban perdagangan manusia pada tahun 2005 hingga pertengahan 2008. Usia termuda anak yang diperdagangkan adalah 12 tahun,” demikian pernyataan Emmy Lucy Smith, Presidium Indonesia ACT. Emmy menambahkan, sebagian besar korban tersebut adalah anak perempuan dan sebagian kecil anak laki-laki dengan preferensi seksual transgender.**
KOMENTAR MASUK:
|