saya selalu tergugah dengan hal2 yang menyangkut
women &kid;’s right,,,
karena disekitar kami begitu banyak kejadian yang melanggar hak tapi justru dibenarkan oleh orang kebanyakan,,,sehingga bila kami selaku kaum perempuan dan masyarakat hanya berpangku tangan dan mengeluh,,binasalah!!
sebarkan,,,sebarkan terus smangat feminis ke smua penjuru,,,kelak warisan karakter-karakter yang tidak arogan lebih berharga dibanding apapun,,,
salam,,
Komentar oleh on 08/27 at 09:35 AM
JurnalPerempuan.com - Jakarta | Apa jadinya bila isu perusakan lingkungan oleh korporasi besar dijadikan tema dalam film anak-anak? Isu yang cukup berbobot ini ternyata dengan mudah mengalir lewat dongeng tentang Mia and The Migoo. Film asal Perancis ini berkisah tentang Mia, seorang gadis kecil yang melakukan perjalanan ke Puerto del Migos demi mencari ayahnya. Ayahnya yang bernama Pedro adalah seorang pekerja di proyek mega properti milik pengusaha perancis bernama WiIliam. Meskipun Mia masih kecil, dia tidak takut untuk pergi jauh sendiri dan berhadapan dengan beragam jenis rintangan. Mia terus berjalan meskipun orang-orang bilang ada mitos tentang raksasa di hutan tempat proyek properti tersebut berada. Demi tercapainya pembangunan resor tengah hutan yang menarik, si pengusaha berniat untuk menyingkirkan pohon terbesar di lingkungan itu. Padahal, pohon itu adalah pohon kehidupan yang dijaga oleh Migoo. William (pengusaha) juga tidak memperhatikan keselamatan pekerjanya ketika diberi tahu bahwa Pedro (ayah Mia), salah satu pekerja menghilang dalam timbunan batu. Yang ia tahu hanya proyeknya menarik banyak investor dan selesai tepat waktu. Mia yang berpetualang sendirian ke dalam hutan proyek akhirnya berteman dengan Migoo dan berteman dengan Aldrin, anak pengusaha tersebut, ikut menjadi penyelamat pohon kehidupan. 
