|
Monday, 20 October 2008
Budaya •
Kegiatan •
Pelangi Penyair Perempuan: Rainbow
Jurnalis : Olin Monteiro
JurnalPerempuan.com-Bali. (Ubud Writers & Readers Festival 2008) Di sejuk malam Bungalow Han Snel, Ubud, Jumat (17/10), diluncurkan buku terjemahan Kumpulan Puisi Penyair Perempuan dari 3 generasi, RAINBOW, terjemahan dari Selendang Pelangi, yang diterjemahkan oleh Harry Aveling, seorang penerjemah Australia yang sering menerjemahkan karya sastra Indonesia. Buku Rainbow diterbitkan oleh Indonesia Tera dan Galeri Cemara 6.
Acara malam itu dihadiri oleh dua dari penyair yang karyanya diterjemahkan dalam buku ini, yaitu Prof. Dr Toeti Heraty dan Sirikit Syah. Peluncuran buku terjemahan yang dihadiri para penulis dan peserta dari berbagai negara ini menjadi bagian dari deretan peluncuran buku lain dalam rangka Ubud Writers and Readers Festival yang berlangsung mulai dari 15- 19 Oktober 2008.
Menurut Ibu Toeti Heraty, buku ini diluncurkan untuk membagi karya dan warna-warni penulis perempuan Indonesia, khususnya para penyair bagi dunia Internasional. Sebanyak 17 penyair perempuan dari 3 generasi yang berbeda, tergabung dalam antologi puisi.Penulis lainnya adalah Isma Sawitri, Poppy Donggo Hutagalung, Rayani Sri Widodo, Abidah El Khalieqi, Anil Hukma, Cok Sawitri, Dorothea Rosa Herliny, MEdy Loekito, Oka Rusmini, Nenden LIlis A, Nur Wahida Idris, Rieke Dyah Pitalokal, Shantined, Shinta Febriany, Dina Octaviani dan Putu Vivi Lestari. Buku ini juga sebagai symbol harapan, juga penyegaran ketika banyak berbagai permasalahan mendera, juga memberikan perspektif baru bagi kehidupan perempuan dari perspektif seni.
Sirikit Syah menyampaikan bahwa sebagai jurnalis terkadang ada fakta yang sulit diungkapkan dalam tugas peliputan, karena itu jalur fiksi dan atau menulis puisi menjadi penting, untuk menyampaikan hal yang mungkin tidak bisa diungkap dalam peliputan.
Pembacaan malam itu, selain diisi oleh sang penyair langsung, juga dihadiri oleh para penyair muda lainnya, juga diisi pembacaan oleh Debra Yatim dan juga penulis dari Timor Lorosae, Abe Soarez.**
KOMENTAR MASUK:
|