|
Tuesday, 14 February 2006
Budaya •
Buruh •
“Penari Naga Kecil”, Suara Perempuan Buruh Migran dalam Cerpen
Jurnalis Kontributor: Latifah
Jurnalperempuan.com-Yogyakarta. Buku kumpulan cerpen Penari Naga Kecil karya Tarini Sorrita, yang akrab dipanggil Rini, mampu menggeser horison harapan pembaca sastra yang umumnya menganggap karya buruh migran selalu bernada melankolis nan dramatis. Seperti yang diungkapkan Bonari Nabonenar, “Tulisan Rini membuktikan bahwa tulisan seorang perempuan domestic worker tak selamanya cengeng bin melankolis. Dua puluh empat cerpen yang terkumpul di dalam buku ini rata-rata ditulis dengan riang, bahkan terkesan cengengesan.” Pendapat Bonari ini dikemukakan dalam acara peluncuran Kumpulan Cerpen Penari Naga Kecil tersebut pada Minggu, 12 Februari di Yogyakarta.
Bonari pun berpendapat, tak sedikit pun ada peluang untuk mencela, apalagi ketika melihat gaya jenaka, riang, dan bahkan cengengesannya seorang Rini seperti tercermin dalam cerpen-cerpen yang ditulisnya di Hongkong itu. Bonari juga tak menampik bahwa di balik keriangan itu tak jarang juga terasa adanya semacam pucuk keputusasaan. “Untuk kejenakaan itu sendiri, bagi saya, sudah cukup untuk mengukur kearifan seseorang yang semula tidak pernah sedikit pun kita perhitungkan, bahkan biasanya hanya dicatat sebagai angka seperti tercermin dalam judul-judul berita di koran-koran. Melalui Rini dan teman-temannya yang tergabung dalam Cafe de Kossta, tiba-tiba angka-angka itu berbicara,” lanjutnya.
Penghargaan terhadap karya Rini juga disampaikan oleh Ahmad Tohari, sastrawan yang terkenal dengan novelnya, Ronggeng Dukuh Paruk. Ia memuji kreativitas Rini yang masih menyempatkan diri menulis di tengah kesibukannya. Secara khusus, Ahmad Tohari berharap timbulnya genre baru dalam sastra Indonesia dengan karya-karya para buruh migran yang diperkaya muatan kulturnya, terutama hasil perkenalan mereka dengan berbagai kultur.
Sebelum bekerja di Hongkong, Rini juga telah menulis cerpen sewaktu bekerja di Singapura. Salah satu cerpennya saat itu sempat disiarkan radio di Batam. Selain menulis cerpen, Rini juga produktif menulis opini. Bahkan, ia pernah meraih prestasi juara I lomba menulis opini yang diselenggarakan Garuda. Opini-opininya itu dibukukan dalam Big Question; Don’t Look Down at Domestic Helper.
Latifah
KOMENTAR MASUK:
|