|
Monday, 11 June 2007
Anak •
Pengertian Sakit Mempengaruhi Tingkat Kesehatan Perempuan
Jurnalis Kontributor: Latifah
Jurnalperempuan.com-Yogyakarta. Dosen Jurusan Sosiologi, Fisipol Universitas Gajah Mada Suharman menyatakan, kesadaran masyarakat akan kesehatan yang belum optimal menunjukkan bahwa peningkatan akses pelayanan kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat belumlah mencukupi.
Kesadaran masyarakat akan kesehatan terkait dengan persepsi masyarakat tentang sakit dan sehat. Seringkali kedua konsep tersebut berbeda dengan konsep dalam persepsi medis. Konsep sehat-sakit senantiasa berubah sejalan dengan pemahaman manusia tentang nilai, peran, penghargaan, dan pemahaman terhadap kesehatan. Faktor sosial budaya merupakan faktor eksternal yang mempengaruhi konsep itu.
Sebagai contoh, di beberapa daerah tertentu, ada anggapan bahwa bayi yang meninggal beberapa waktu setelah dilahirkan akan menjemput orang tuanya di pintu surga, sementara ibu hamil yang meninggal saat melahirkan akibat perdarahan tergolong mati mulia. Dengan demikian, kematian anak-ibu karena proses kelahiran tersebut justru memiliki nilai positif di masyarakat.
Suharman berpendapat, konstruksi sosial masyarakat tentang sakit dan sehat sangat dipengaruhi oleh struktur dan kultur masyarakat tempatnya berada. Konstruksi sosial tentang sakit dan sehat akan mengalami penguatan jika memperoleh penguatan secara kuantitatif melalui besaran jumlah populasi yang berpola pikir serupa dan secara kualitatif melalui pengalaman kebersamaan dengan orang lain dalam kehidupan sosialnya.
Karena itu, Harda Nuryahwandana menekankan pentingnya sosialisasi untuk mengubah perilaku budaya yang keliru. Dokter yang berpraktik di daerah Magelang ini menceritakan pengalamannya dalam mensosialisasikan pentingnya konsumsi garam beriodium dengan kadar optimal yang dilakukannya antara lain melalui Posyandu, PKK, dan dasawisma.
Selain itu, sosialisasi juga dilakukan dengan mengadakan lomba pengetesan kadar iodium di Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan Posyandu. Penanganan juga dilakukan dengan pemberian kapsul iodium kepada anak, balita, dan perempuan usia subur.
Meskipun sering dianggap persoalan yang remeh di kalangan medis, kekurangan iodium menimbulkan masalah yang serius misalnya kasus kejadian kegagalan kehamilan/keguguran karena kekurangan iodium, yang banyak terjadi di daerah Srumbung, Magelang. Menurut Harda, hal ini disebabkan kandungan iodium tanah tidak mencukupi untuk pembentukan hormon tiroid.
Masyarakat Srumbung sendiri menganggap gejala-gejala kekuarangan iodium ini bukan sebagai penyakit, melainkan hanya sebuah panggel atau gokong. Maria, seorang pendamping petani di Gunung Kidul juga menuturkan hasil pengamatannya bahwa dari 30 keluarga, 10 orang ibu terkena penyakit gondok. Namun, masyarakat tidak percaya bahwa penyakit itu dapat disembuhkan dengan berobat ke dokter.
Menyadari perlunya partisipasi masyarakat luas untuk mensosialisasikan masalah kesehatan ini, Yayasan Konsumen Yogyakarta (YKY) yang mempunyai kelompok binaan ibu-ibu menyatakan keinginannya untuk juga ikut mengadakan penyuluhan. Untuk itu, perwakilan dari YKY itu meminta bantuan akses informasi atau bahan penyuluhan. Interaksi yang dinamis antarberbagai elemen masyarakat tersebut berlangsung dalam seminar bulanan Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan UGM, Yogyakarta, pada Kamis (7/6).*
Latifah
KOMENTAR MASUK:
Ijep1R dekzxcfauwcy, vjezafdzrezj, [link=http://hfzhwnotlket.com/]hfzhwnotlket[/link], http://dbvabdjjgpsf.com/
Komentar oleh lecrbd
on 02/06 at 08:39 PM
Halaman ke 1 dari 1 halaman
|