Search | Advanced Search

   

  

 
   

Monday, 10 July 2006
AnakIDP's dan Pengungsi

Risiko Penularan HIV dari Ibu ke Bayi Dapat Dikurangi


Jurnalis Kontributor: Latifah.
Jurnalperempuan.com-Jakarta. Jumlah kasus bayi HIV/AIDS sejak 1996-2005 ditemukan semakin meningkat. Hal ini berkaitan dengan kasus bayi yang dilahirkan ibu HIV positif. Di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, tercatat jumlah kasus bayi yang dilahirkan ibu HIV positif pada tahun 2003 sebanyak 17, tahun 2004 sebesar 44, dan pada tahun 2005 sejumlah 74. Pada kasus dewasa kelangsungan hidup 7-15 tahun. Selama kehamilan, risiko penularan HIV dari ibu ke bayi adalah 5-10%; ketika persalinan 10-20%, dan melalui air susu ibu 10-15%. Secara keseluruhan, perkiraan risiko penularan HIV dari ibu ke bayi sebesar 25-45%.

Risiko penularan HIV dari ibu ke bayi bisa dikurangi (dari 25-54%) menjadi 2% jika dilakukan pemberian obat ARV pada saat kehamilan dan persalinan, persalinan dengan operasi caesar, dan pemberian susu formula, pengganti ASI, ke pada bayi yang dilahirkan. Minimalisasi risiko penularan tersebut dapat dilakukan setelah memastikan status HIV pada ibu hamil melalui tes darah (tes HIV). Untuk itu, Yayasan Pelita Ilmu telah melaksanakan Prevention of Mother to Child Transmission of HIV (PMCT) seperti yang dipaparkan Dr. Toha Muhaimin MPH dalam seminar Pengaruh HIV/AIDS terhadap Kesehatan Reproduksi pada Rabu (5/7) di Jakarta. Seminar ini ditujukan bagi para pengurus dan anggota Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) dan PUSKOWAN Provinsi DKI Jakarta.

PMCT mencakup program mencegah terjadinya penularan HIV pada perempuan usia produktif, mencegah kehamilan yang tidak direncanakan pada ibu HIV positif, mencegah terjadinya penularan HIV dari ibu hamil HIV positif ke bayi yang dikandungnya, serta memberikan dukungan psikososial kepada ibu HIV positiif beserta bayi dan keluarganya. Salah satu unsur penting program PMTCT ini adalah mobilisasi masyarakat melalui kader PKK/Posyandu. Di beberapa wilayah di Jakarta, seperti Cipinang Melayu, Ciracas, Matraman, Kampung Bali, dan Krukut telah tersebar ibu-ibu kader PMTCT yang sebelumnya telah diberikan pelatihan. Selain turut menyebarluaskan informasi tentang kehamilan sehat dan PMTCT, mereka mendata dan mengajak ibu hamil di lingkungannya mengikuti penyuluhan HIV/AIDS. Para kader PMTCT juga berperan dalam mempersiapkan lokasi dan kegiatan penyuluhan, konseling dan testing (VCT) serta mengatur dan menemani ibu hamil di lokasi penyuluhan.

Sejak melaksanakan program PMTCT ini pada 2003-2005, tercatat 1623 ibu hamil bersedia menjalani konseling pra-tes dan sebanyak 1411 ibu hamil bersedia mengikuti tes darah. Dari tes darah tersebut, sebanyak 7 ibu hamil diketahui HIV positif. Selain mendampingi mereka, Yayasan Pelita Ilmu juga mendampingi 38 ibu hamil HIV positif rujukan dari berbagai rumah sakit atau LSM lain. Dalam proses pendampingan itu, 28 orang dibantu operasi caesar dan 10 orang mendapat bantuan susu formula. *



Bookmark and Share

KOMENTAR MASUK:




Name:

Email:

Location:

URL:

Smileys/Emoticon

Ingat keterangan yang saya isi

Beritahu saya kalau ada komentar balasan

   
   
 
 
   
 
  Creative Commons LicenseJurnal Perempuan On-line   berlisensi Creative Commons. Kontak: Jl. Tebet Barat Dalam IXA No. B-1 Jaksel | 021-83702005  
 
         
search